Karya Tulis Ilmiah



HUBUNGAN JENIS, JUMLAH DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK SERTA WAKTU, CARA DAN FREKUENSI MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDN WAJAK 1 KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG

Prodi : POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Pengarang : MUTHYA OCTAVIANTY
Dosen Pembimbing : Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa, Rinawati Basuki dan Dwie Soelistyorini
Klasifikasi/Subjek : , Gizi,Gosok Gigi
Penerbitan : , Malang: 2013.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : PUSAT-33-A-
Jumlah : 0

Abstraksi

ABSTRAKSI Octavianty, Muthya (2013). Hubungan Jenis, Jumlah dan Frekuensi Konsumsi Makanan Kariogenik serta Waktu, Cara dan Frekuensi Menggosok Gigi dengan Kejadian Karies Gigi di SDN Wajak 1 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa, Rinawati Basuki dan Dwie Soelistyorini. Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak terjadi adalah karies gigi. Karies gigi merupakan suatu kerusakan jaringan keras gigi (email, dentin dan sementum) yang bersifat kronis progresif dan disebabkan oleh aktifitas jasad renik dalam karbohidrat yang dapat diragikan dengan demineralisasi jaringan keras dan diikuti kerusakan organik. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya karies gigi, diantaranya adalah kebersihan gigi, pola makan dan perilaku. Pola makan pada makanan kariogenik (jenis, jumlah dan frekuensinya) serta perilaku menggosok gigi (waktu, cara dan frekuensinya) yang dapat mempengaruhi terjadi karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis, jumlah dan frekuensi konsumsi makanan kariogenik serta waktu, cara dan frekuensi menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDN Wajak 1 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Data yang dikumpulkan meliputi data umum dan khusus. Penelitian ini dilakukan dengan studi Case Control dengan pengolahan data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji statistic diperoleh bahwa tidak ada hubungan jenis makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (p = 0,573). Ada hubungan jumlah dan frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (p = 0,44) dan (p = 0,00). Ada hubungan antara waktu, cara dan frekuensi menggosok gigi dengan kejadian karies gigi (p = 0,003) (p = 0,00) dan (p = 0,006). Saran dalam penelitian ini adalah perlu ada sosialisasi hasil penelitian ini kepada pihak sekolah dan siswa SD. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung flour. Setelah mengkonsumsi makanan kariogenik minimal berkumur dengan air dan lebih baik jika menggosok gigi untuk mengurangi resiko terkena karies gigi. Kata Kunci : Karies gigi; Jenis, Jumlah dan Frekuensi Konsumsi Makanan Kariogenik; Waktu, Cara dan Frekuensi Menggosok Gigi.



Lampiran